Catatan Kuliah Pertama Perilaku Konsumen

Saya Widadi Try Rizeky mahasiswa Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan IPA, Institut Pertanian Bogor.

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 September 2014-Januari 2015 Department of Family and Consumer Sciences, College of Human Ecology Bogor Agricultural University IPB

Dosen:
Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc
Dr Ir Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati simanjuntak, MS
Ir. MD Djamaluddin, MSc
Ir. Retnaningsih, MS

Text Book:
Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Edisi 2 Cetakan 1. Jakarta: PT Ghalia Indonesia

index

 

 

 

 

Pada hari Kamis, 4 September 2014 saya mengikuti kuliah Perilaku Konsumen sebagai SC. Kuliah ini disampaikan oleh Dosen yang sangat ahli di bidang konsumen, yaitu Prof Dr Ir Ujang Sumarwan MSc. Beliau juga menulis buku dengan judul Perilaku Konsumen yang dijadikan buku pegangan untuk mahasiswanya.

Hal yang menarik dari kuliah ini adalah bahwa konsumen merupakan pengguna yang langsung melakukan tindakan sesuai dengan keinginannya, jadi konsumen adalah manusia yang menggunakan barang atau jasa sebagai alat pemuas kebutuhan bagi dirinya maupun orang lain untuk tujuan tertentu.

Setiap konsumen memiliki cara berperilaku berbeda-beda sesuai dengan tujuannya, maka dapat dikatakan Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevalusian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Namun ada pula yang mengartikan perilaku konsumen sebagai hal-hal yang mendasari untuk membuat keputusan pembelian misal untuk barang berharga jual rendah maka proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah sedangkan untuk barang berharga jual tinggi maka proses pengambilan keputusan akan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu pendapatan, selera konsumen dan harga barang. Setiap hari kita melakukan pemilihan atau menentukan skala prioritas karena kebutuhan yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Konsep pemilihan ini merupakan perilaku mendasar dari konsumen. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan bahwa konsumen selalu berusaha untuk mencapai kegunaan maksimal dalam pemakaian barang yang dikonsumsinya. Kegunaan (Utility) adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang.

Berdasarkan dari kuliah pertama saya pada mata kuliah perilaku konsumen, mungkin itu saja yang dapat saya jelaskan pada catatan kuliah pertama saya. dan tunggu catatan kuliah kedua saya. terima kasih.

 

 

BEASISWA 2013 TSBD (Tjipta Sarjana Bangun Desa) ETF

PROGRAM BEASISWA TSBD (Tjipta Sarjana Bangun Desa) ETF
ITSB bekerja sama dengan Yayasan Eka Tjipta Foundation membuka kesempatan bagi siswa dengan prestasi akademik baik untuk mengikuti program beasiswa di tingkat Sarjana (S1) untuk Program Studi yang ada di ITSB
Tersedia beasiswa untuk 30 anak dengan prestasi akademik terbaik dan diutamakan bagi pendaftar awal untuk melanjutkan kuliah di ITSB.
PILIHAN PROGRAM STUDI
1. Desain Produk Industri (8 anak)
2. Teknik Metalurgi dan Material (8 anak)
3. Perencanaan Wilayah dan Kota (6 anak)
4. Teknik Eksplorasi Tambang (8 anak)
5. Teknik Perminyakan (5 anak)*
*** Untuk Prodi Desain Produk Industri dan Perencanaan Wilayah Kota membuka kesempatan bagi lulusan SMA jurusan IPA/IPS
CAKUPAN BEASISWA
 Biaya Akademik
 Biaya Tunjangan
PERSYARATAN CALON PENERIMA BEASISWA
Mengisi formulir pendaftaran dengan dilengkapi persyaratan sbb:
Persyaratan Khusus:
 Rata-rata nilai rapor kelas 12, nilai UAS dan UAN minimal 8 lebih (selain prodi Teknik Perminyakan). Rata – rata rapor kelas XII, UAS dan UAN untuk Prodi Teknik Perminyakan minimal 9 lebih.
 Fotocopy bukti pembayaran listrik 3 bulan terakhir
 Fotocopy kartu keluarga
 Fotocopy kartu pelajar
 Fotocopy rapor kelas X – XII ( Semester 1 – 6) yang telah dilegalisir
Persyaratan Umum:
 Fotocopy KTP dan Akte Kelahiran (Surat Kenal Lahir).
 Fotocopy Ijazah yang dilegalisir Kepala Sekolah dan Fotocopy SKHUN yang telah dilegalisir dari Kepala Sekolah.
 Fotocopy Rapor kelas 1,2,3 yang telah dilegalisir.
 Surat Berkelakuan Baik dari Kepala Sekolah.
 Surat pernyataan dari sekolah yang menyatakan siswa memiliki potensi akademik.
 Pas foto 3×4 (2lbr) dan 2×3 (2lbr)
PENDAFTARAN
Waktu pendaftaran dan penyerahan berkas persyaratan dimulai tanggal 1 Januari 2013 – 31 Juli 2013 di kampus ITSB Deltamas – Cikarang
JADWAL SELEKSI
Seleksi wawancara akan diinformasikan. Lokasi seleksi di kampus ITSB – Kota Deltamas – Cikarang
Download
 Formulir Pendaftaran
 Formulir Pendaftaran/ Data Pribadi
Sumber : http://scholarshipsbank.com/beasiswa-eka-tjipta-foundation-institut-teknologi-dan-sains-bandung-itsb/

SPEKTROMETER

Pendahuluan
jogjas

Spektronik-20 yang ditunjukkan pada gambar di samping pada hakekatnya terdiri dari monokromator kisi-difraksi dan sistem deteksi elektronik, amplifikasi dan pengukuran. Spektronik-20 merupakan spektrometer visible yang susunannya menggunakan satu berkas tunggal (single beam). Spektrofotometer jenis ini memiliki susunan paling sederhana yang terdiri dari sumber sinar, monokromator, kisi difraksi dan sistem pembacaan secara langsung. Beer dan lambert menemukan hukum yang menerangkan interaksi bahan kimia dengan gelombang cahaya (elektromagnetik), yang disimpulkan dalam hukum Beer-Lambert menyebabkan berkembangnya analisis kimia dengan menggunakan alat instrumentasi yakni spektrofotometer (P Tipler 1991). Suatu spektrofotometer standar terdiri atas spektrofotometer untuk menghasilkan cahaya dengan panjang gelombang terseleksi yaitu bersifat monokromatik serta suatu fotometer yaitu suatu piranti untuk mengukur intensitas berkas monokromati, penggabungan bersama dinamakan sespektrofotometer. Penggabungan alat optik ini merupakan elektronika sifat kimia dan fisiknya dan detektor yang digunakan secara langsung mengukur intensitas dari cahaya yang dipancarkan (It) dan secara tidak lansung cahaya yang diabsorbsi (Ia). Kemampuan ini bergantung pada spektrum elektromagnetik yang diabsorb (serap) oleh benda (Khopkar 2007).

Metode
1. Tujuan Percobaan
Percobaan pengenalan alat spektrofotometer bertujuan memperkenalkan cara penggunaan, prinsip kerja alat, cara pengoperasian serta perawatan spektrofotometer. Penggunaan spektrofotometer didalam percobaan ini bertujuan mengukur nilai absorpsi suatu larutan yang diuji dengan melakukan kalibrasi terlebih dahulu.

2. Alat
Alat yang digunakan pada pengenalan spektofotometer adalah spektrofotometer 20 UV Vis, kuvet, gelas ukur, tabung reaksi, gelas piala, dan pipet.

3. Bahan
Bahan yang digunakan ialah air dan larutan biru metilen.

4. Prosedur Percobaan
Tekan tombol POWER/ZERO untuk menyalakan alat spektrofotometer dan tunggu selama 15 menit untuk pemanasan. Pilih gelombang dengan menggunakan tombol WAVELENGTH. Lakukan pengaturan awal dengan wadah sampel yang kosong dan penutup yang tertutup, gunakan tombol ZERO untuk menyesuaikan meter menjadi nol (zero). Letakkan larutan blanko kedalam wadah sampel setelah meter menunjukkan absorban pada 0 (100% transmitan), gunakan tombol TRANSMITTANCE/ABSORBANCE. Letakkan larutan sampel kedalam wadah sampel, bersihkan dinding wadah sampel dan pastikan tidak ada gelembung didalam larutan sampel. Masukkan wadah sampel kedalam spektrofotometer dan bacalah absorbannya dari meter. Lakukan pengukuran nilai absorban untuk sampel biru metilen dengan konsentrasi 2×10-5, 4×10-5, 6×10-5, 8×10-5,dan 10×10-5.

Hasil Pengamatan
Tabel 1. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum
Panjang Gelombang (nm) A
600 1,868
610 1,993
620 1,991
630 2,022
640 2,165
650 2,356
660 2,366
670 1,986
680 1,234

Gambar 1. Kurva Penentuan Panjang Gelombang Maksimum

Tabel 2. Hubungan Absorbansi dan Panjang Gelombang
Konsentrasi Biru Metilen (M) A
0 0
0,00002 0,635
0,00004 1,645
0,00006 2,366
0,00008 2,972
0,0001 >3

Gambar 2. Kurva Hubungan Absorbansi dan Panjang Gelombang
Contoh perhitungan:
Diketahui nilai absorbansi 1,412 A, berapa konsentrasi biru metilen?
Persamaaan garis: Y = 0,717 + 11046X
Y = nilai absorbansi
X = konsentrasi biru metilen
1,412 = 0,717 + 11046X
X = 1,927×10-4 M

Pembahasan
Prinsip percobaan ini menentukan konsentrasi sampel dengan menggunakan kurva standar biru metilen yang menghubungkan konsentrasi dengan nilai absorbannya. Fungsi alat spektrofotometer dalam laboratorium adalah mengukur transmitans atau absorbans suatu contoh yang dinyatakan dalam fungsi panjang gelombang. Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian di serap dalam medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan konsentrasi sampel. Studi spektrofotometri dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Hukum Beer menyatakan absorbansi cahaya berbanding lurus dengan dengankonsentrasi dan ketebalan bahan/medium (Miller J.N 2000)
Tujuan pengukuran pada prinsipnya adalah untuk mencari “nilai sebenarnya” dari suatu parameter kuantitas kimiawi. Nilai sebenarnya adalah nilai yang mengkarakterisasi suatu kuantitas secara benar dan didefinisikan pada kondisi tertentu yang eksis pada saat kuantitas tersebut diukur, beberapa contoh parameter yang dapat ditentukan secara analitik adalah konsentrasi, pH, temperatur, titik didih, kecepatan reaksi, dan lain lain (Beran, J.A 1996).
Penyebab kesalahan sistematik yang sering terjadi dalam analisis menggunakan spektrofotometer adalah serapan oleh pelarut. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko, yaitu larutan yang berisi matrik selain komponen yang akan dianalisis. Kesalahan kedua serapan oleh kuvet. Kuvet yang biasa digunakan adalah dari bahan gelas atau kuarsa. Dibandingkan dengan kuvet dari bahan gelas, kuvet kuarsa memberikan kualitas yang lebih baik, namun tentu saja harganya jauh lebih mahal. Serapan oleh kuvet ini diatasi dengan penggunaan jenis, ukuran, dan bahan kuvet yang sama untuk tempat blangko dan sampel.Kesalahan ketiga fotometrik normal pada pengukuran dengan absorbansi yang sangat rendah atau sangat tinggi. Hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi, sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan. (melalui pengenceran atau pemekatan) (Beran, J.A 1996).
Larutan yang akan digunakan dalam penggunaan spektrofotometer adalah larutan blanko. Larutan blanko merupakan larutan yang tidak mengandung analat untuk dianalisis (Basset 1994). Larutan blanko digunakan sebagai kontrol dalam suatu percobaan sebagai nilai 100% transmittans. Kurva standar merupakan standar dari sampel tertentu yang dapat digunakan sebagai pedoman ataupun acuan untuk sampel tersebut pada percobaan. Pembuatan kurva standar bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi larutan dengan nilai absorbansinya sehingga konsentrasi sampel dapat diketahui. Terdapat dua metode untuk membuat kurva standar yakni dengan metode grafik dan metode least square (Underwood 1990).
Menurut Cahyanto 2008, larutan metilen biru memiliki panjang gelombang maksimum sebesar 660 nm. Nilai absorbansi dari enam lima konsentrasi biru metilen yang berbeda selanjutnya dibuat kurva standar dengan menghitung persamaan garis antara konsentrasi dengan absorbannya. Terdapat dua metode untuk membuat kurva standar yakni dengan metode grafik dan metode least square (Underwood 1990). Data yang diperoleh hasil spektrofotometer absorban biru metilen sebagai berikut 0,635 untuk konsentrasi 0.00002, 1.645 untuk konsentrasi 0.00004, 2,366 untuk konsentrasi 0.00006, 2,972 untuk konsentrasi 0.00008 dan >3 untuk konsentrasi 0.0001. Metode yang digunakan dalam percobaan ini menghitung persamaan garis dengan metode grafik, absorban sebagai sumbu x dan konsentrasi biru metilen sebagai sumbu y. sehingga persamaan garisnya adalah Y = 0,717 + 11046X. Fungsi biru metilen di bidang Biokimia adalah untuk pewarnaan, sehingga mempermudah dan memperjelas jika akan mengamati bagian dari suatu sel.

Simpulan
sperktrofotometer digunakan untuk menghitung absorban biru metilen. Panjang gelombang yang digunakan adalah panjang gelombang maksimum, 660 nm. Hasil absorbansi biru metilen digunakan sebagai kurva standar yang menghubungkan konsentrasi dan absorbannya. Selanjutnya kurva standar digunakan untuk menghitung konsentrasi sampel yang belum diketahui konsentrasinya. Dapat menggunakan alat spektrofotometer, membuat kurva standard an menghitung konsentrasi sampel.

Daftar Pustaka
Beran JA.1996. Chemistry In The Laboratory. John Willey & Sons : Prentice Hall.
Basset J. 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta : EGC.
Beran J.A. 1996. Chemistry in The Laboratory. John Willey & Sons.
Cahyanto. 2008. Tinjauan Spektrofotometer. Xains Info. [terhubung berkala]. [24 Maret 2011].
Khopkar S. 2007. Konsep Dasar kimia Analitik. Jakarta : UI Press.
Miller J.N and Miller, J.C. 2000. Statistics and Chemometrics for Analytical Chemistry, 4th ed, Prentice Hall : Harlow.
P, Tipler. 1991. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid . Bandung: Erlangga.
Rohman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar : Yogyakarta
Underwood A. L. 1990. Analisis Kimia Kiantitatif Edisi ke Enam. Jakarta : Erlangga

tuan tanah batavia

Drama Dasar-dasar komunikasi
Mayor jentje : romy (romjentje)
Istri kedua: renti(renvan houten)
1 orang rakyat jelata : snek (bopal)
1 istri rakyat jelata : widya ayu (yayuk)
1 budak : jonggos
Sophist : andrian (andrianteles)
Pada abad ke-19 di tanah Batavia hiduplah seorang mayor bernama romjenje dan istri keduanya renvan houten.mereka hidup bahagia bersama budak.
Renti : beb, jadikan ngadain pesta malam ini, kamu udah ngudang gubernur jendral, kamu udah ngundang para jendral2 yang lain, kamu udah ngundang kan para petinggi serta rakyat jelata. Kamu ga lupa kan.
Romy : tenang beb, aku gak lupa kok, aku udah siapin sebagus mungkin.
Renti : kamu benarkan sayang udah siapin semuanya
Romy : iya bener, aku udah nyuruh budak kita untuk menyebarka undangan seluruh kota. Biar aku panggil budak itu, di mana budak itu sudah item, dekil, jelek, hidup dan suka ngilang lagi. Jon, jon, jonggos.
Widadi : iya tuan, ada apa. Apakah ada yang bisa budak bantu.
Romy : kamu udahkan nyebarin undangan ke seluruh penjuru,
Widadi ; udah tuan.
Romy: bagus2,,,,,,,,,,,,,, kamu memang budak yang baik. Kembali keperjaaanmu
Tibalah saatny pesta dimulai. Pesta itu dihadirin oleh para pejabat tinggi, sampai rakyat jelata. Ditengah-tengah perayaan persta tersebut terjadi sebuah masalah.
(romy dan renti berjalan) : beb, bintangnya indah yah
Renti : iya, tapi tidak seindah akukan.
(snek dan widya berdiri sambil membawa gelass minuman dan minuman itu tumpah dipakaiannya renti karena renti menabrak widya)
Renti : nooooooooooo… ayang bajuku basah, ini semua gara2 mereka.
Widya : maaf nona mayor, saya tidak sengaja.
Renti : kamu bohong, kamu bohong
Snek : maaf, tuan ini bukan salah kami, kami daritadi hanya berbicara. Namun tuan dan istri tuanlah yang berjalan dan menghampiri kami sehingga minuman istriku tumpah.
Romy : diam kamu dasar …………………………..kamu rakyat jelata. Kamu harus dihukum
Moderator : berdasarkan peraturan di Batavia saat itu yang menerapkan tradisi demokrasi dan tradisi oral seperti di yunani kuno, maka kasus ini di bawa ke pengadilan dan setiap pihak berhak membawa pengacaranya masing2.
Dika : baiklah kita mulai pengadilan ini. Pengotoran gaun nyonya renti. Silakan para pihak penyampaikan argumennya.
Romy : baiklah yang mulia dia mereka itu mengotorin pakaian dari paris sana.
Snek : ini bukan salah kami. Namun ini salah istri mayor karena berjalan tanpa menggunakan mata.
Renti : bohong,
Moderator : pengadilan itu pun menemui jalan buntu, lalu berjalan buntu untuk memanggil shopist yang terkenal bernama tuan andriantotles,
Andrian ; aku seorang ahli retorika yang menjadi pendidik dan ilmuan yang mengembang studi retorika. Aku sangat terkenal, aku sangat dihormati oleh masyarakat yunani. Kalian tahu plato, dia adalah guruku, kalian tahu aristotles dia adalah kakak kelasku. Dan amsih banyak ara ahli yang lain sebagai sahabatku. Kalian tahu buku lihat karya tehormer. Karya-karya mereka tidak sebanding dengan karya2 ku.
Moderator ;
Akhirnya dengan kemampuan ahli retorika, andrianteles membujuk mayor dan istri mayor untuk mengakui kesalahannya. Mayor.

Mikroskop Elektron

PENDAHULUANindex

Pada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena dari electron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. Kedua penemuan inilah yang merupakan dasar penciptaan Mikroskop Elektron. Gambar.1Mikroskop Elektron
Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr.Ernst Ruska bersama rekannya, Bodo von Borries, menggabungkan penemuan ini dan membangun Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986.
Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu). Mikroskop Transmisi Elektron saat ini telah mengalami peningkatan kinerja hingga mampu menghasilkan resolusi hingga 0,1 nm (atau 1 angstrom) atau sama dengan pembesaran sampai satu juta kali. Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop transmisi elektron ini, namun adanya persyaratan bahwa obyek yang diamati harus setipis mungkin, membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan, terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dibuat setipis mungkin. Dalam perkembangannya masalah ini terpecahkan dengan ditemukannya sebuah alat yang disebut Mikrotom. Dengan alat ini spesimen bisa disayat dengan sangat tipis.

Definisi Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron adalah Mikroskop yang menggunakan elektron sebagai sumber iluminasinya. Mikroskop elektron mampu melakukan pembesaran objek hingga dua juta kali perbesaran menggunakan elektro statis dan elektro magnetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar.
Jenis Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron terbagi menjadi dua berdasarkan kegunaannya,
1. Mikroskop Transmisi Electron (TEM)
Mikroskop transmisi elektron (Transmission electron microscope-TEM) adalah sebuah mikroskop elektron yang cara kerjanya mirip dengan cara kerja proyektor slide, di mana elektron ditembuskan ke dalam obyek pengamatan dan pengamat mengamati hasil tembusannya pada layar.
2. Mikroskop Pemindai Elektron (SEM)
Mikroskop pemindai electron (Scanning Electron microscope-SEM) adalah sebuah mikroskop electron yang cara kerjanya untuk studi detail arsitektur permukaan sel(atau struktur jasad renik lainnya, dan objek yang diamati secara tiga dimensi.
3. Mikroskop Refleksi Elektron (REM)
Reflection Electron Microscope (REM), adalah mikroskop elektron yang memiliki cara kerja yang serupa dengan cara kerja TEM, namun sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Tehnik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan tehnik refleksi difraksi elektron energi tinggi (Reflection High Energy Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi tinggi (reflection high-energy loss spectrum – RHELS).

4. Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM)

Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah merupakan Variasi lain yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada sebelumnya, dan digunakan untuk melihat struktur mikro dari medan magnet.

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!